Selasa, 2 September 2008

Struktur Khilafah: Jihaz Idari (Jentera Negara)




THE STATE DEPARTMENTS

Article 95
The management of the government's affairs and the interests of the people is performed by, and the responsibility of, administrations, directorates and departments.

Article 96
The policy of the administrations, directorates and departments is built upon the efficiency of the system, speed in carrying out the tasks and competence in those who are in charge of administration.

Article 97
Any subject of the State, male or female, Muslim or not, who is suitably competent may be appointed as head or official of any administration, directorate or department.

Article 98
Every administration must have a general manager and every directorate and department must have a special director responsible for them. All directors are responsible before the general manager of their administrations, directorates and departments. In respect to conforming to the laws and public orders, they are responsible to the Khaleefah, wali and ‘aamil.

Article 99
The managers and directors of all the administrations, directorates and departments are to be dismissed only for reasons connected with administrative regulations. It is permitted to move them from one post to another and to suspend them. The general manager of each administration, directorate or department is responsible for the appointing, dismissing, transferring, suspending and disciplining.

Article 100
Employees, other than the directors and the managers, are appointed, transferred, suspended, questioned, disciplined or dismissed by the general manager of their administration, directorate or department.

JIHAZ IDARI (JENTERA NEGARA)

Perkara 95
Urusan administrasi negara dan kepentingan rakyat, diatur oleh jabatan-jabatan, biro-biro dan unit-unit, yang bertugas menjalankan urusan kenegaraan dan memenuhi kepentingan rakyat.

Perkara 96
Prinsip aturan administrasi di jabatan-jabatan, biro, dan unit-unit pemerintah berasaskan prinsip sederhana dalam sistem, cepat dalam pelaksanaan tugas serta memiliki kemampuan (professional) bagi mereka yang memimpin urusan administrasi.

Perkara 97
Setiap warganegara yang memiliki kemampuan, baik lelaki mahupun perempuan, Islam ataupun non-Islam dapat dilantik sebagai ketua pengarah untuk biro dan unit apapun, atau sebagai pegawai dalam salah satu pejabat administrasi.

Perkara 98
Setiap unit ditentukan seorang Pengarah Am dan setiap jabatan serta biro dilantik juga seorang pengarah yang mengatur dan bertanggungjawab secara langsung terhadap sub-jabatannya. Pengarah-pengarah ini bertanggungjawab kepada ketua sub-jabatannya masing-masing dipusat. Mereka bertanggungjawab terhadap jabatan, biro atau unit yang mereka pimpin (ditinjau dari segi pelaksanaan tugas-tugasnya dan bertanggungjawab pula kepada wali dan amil) dilihat dari segi keterikatannya dengan hukum-hukum syara’ serta peraturan negara.

Perkara 99
Para pengarah disetiap jabatan, biro dan unit tidak dapat diberhentikan, kecuali terdapat alasan yang sesuai dengan ketentuan administrasi jabatannya. Mereka dapat dipindahkan dari satu tugas ke tugas yang lainnya, dan boleh dibebas-tugaskan. Perlantikan, mutasi, pembebas-tugasan, hukuman (tugas) dan pemberhentian dilakukan oleh ketua jabatan pusat untuk masing-masing jabatan, biro dan unit.

Perkara 100
Para pegawai selain pengarah, maka perlantikan, pemindahan, pembebas-tugasan, hukuman (tugas) dan pemberhentiannya, ditentukan oleh ketua jabatan pusat untuk masing-masing jabatan, biro dan unit. disesuaikan dengan ketentuan administrasi.

[Rujuk : Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, Nizhamul Islam, ms 109-110 (versi Arab)]

Tiada ulasan: